Ada Pappaseng



Pengertian
Paseng dapat diartikan: (1) perintah; nasihat; permintaan (2) amanat yang disampaikan lewat orang lain, (3) perkataan; nasihat; wasiat yang terakhir.

Pappaseng berasal dari kata dasar paseng yang berarti pesan yang harus dipegang sebagai amanat, berisi nasihat, dan merupakan wasiat yang perlu diketahui dan diindahkan.

Pappaseng dalam bahasa Bugis mempunyai makna yang sama dengan wasiat dalam bahasa Indonesia. Pappaseng dapat pula diartikan pangaja’ yang bermakna nasihat yang berisi ajakan moral yang patut dituruti.

Dalam tulisan Punagi (1983:1) dinyatakan bahwa pappaseng adalah wasiat orang tua kepada anak cucunya (orang banyak) yang harus selalu diingat sehingga amanatnya perlu dipatuhi dan dilaksanakan atas rasa tanggung jawab.

Mattalitti (1980:5) juga mengemukakan bahwa pappaseng bermakna petunjuk-petunjuk dan nasihat dari nenek moyang orang Bugis zaman dahulu untuk anak cucunya agar menjalani hidup dengan baik.

Jadi, pappaseng adalah wasiat orang-orang tua dahulu kepada anak cucunya (generasi berikutnya) yang berisi petunjuk, nasihat, dan amanat yang harus dipatuhi dan dilaksanakan agar dapat menjalani hidup dengan baik.


Jenis-Jenis Pappaseng

1.      Pappaseng yang berhubungan dengan keagamaan
Dalam pappaseng banyak ditemukan nilai-nilai keagamaan. Hal ini disebabkan karena orang Bugis sejak dahulu sudah mempercayai adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta yang mereka sebut Dewataè (Puang Seuwaè)
Contoh :
aliRuko ri pua altal pua mrj adPE ri lino nEnia ri aehr.
’Berlindunglah kepada Tuhan, Tuhan Maha Pemberi ampun di dunia dan di akhirat’
Maksudnya :  Bertaubatlah kepada Tuhan, Tuhan pemberi ampun di dunia dan di akhirat.

2.      Pappaseng yang berhubungan dengan keteguhan
Keteguhan dalam bahasa Bugis disebut getteng yang berarti tegas, tangguh, teguh pada keyakinan dan taat asas. Keteguhan ini dapat dilihat pada pappaseng berikut ini :
tElu rial todo aiynritu gEtE. lEPu. n ad toGE.
’Ada tiga hal yang dijadikan patokan yaitu : ketegasan, kejujuran, dan ucapan yang benar’
Maksudnya :  Tidak mungkin ada keteguhan selama diliputi keragu-raguan, sedangkan keragu-raguan timbul diakibatkan oleh perbuatan yang tidak diyakini kebenarannya.
3.      Pappaseng yang berhubungan dengan kesetiaan
Kesetiaan atau kepatuhan dapat terjalin antara berbagai pihak dan dalam berbagai aspek, seperti : kepatuhan kepada adat, dan kepatuhan kepada pemerintah.
Contoh :
aEKtuu mti nmlEbo wnuwea. mCji alE lipuea msol lolGEeG. lENEni auG pnsea. msobuni lEPuea ripslni tujuea. tERipgEtE bEciea. siaeR bel tauew. siblublu sibEelbEela. nig riat aiyn riblu. ntuwoaini sErisEri dpurEeG. tEmduPu apiea. risElorE aluea. risepa ptpiea. aiyptu nttEp kErEn neRpi api adE tEmjuelkaiea pbtPulwE.
’Akan datang suatu masa kelak dimana negeri, ditimpa malapetaka, perkampungan menjadi hutan belantara, rusak pergaulan, nangka tak berputik (bersembunyi kebenaran), yang benar disalahkan, tak direntangkan alat pelurus (tak dilaksanakan aturan hukum), saling memakanlah orang seperti ikan (yang kuat dan besar memakan yang kecil), saling menjual, saling membeli, siapa yang kecil terkecoh, dialah yang dijual, dapur ditumbuhi rumput, api tak menyala, lesung ditelungkupkan, niru digantung. Nantilah tertimpa keramatnya adat, jika orang yang bersalah dimakan api adat (baru ada tertib hukum, jika orang yang melanggar hukum dijatuhi pidana)’.
Maksudnya  :  Keadaan masyarakat yang kacau balau ditimpa kelaparan dan wabah, dengki, dan perbuatan sewenang-wenang merajalela, pemimpin dan keadaan baru berubah jika orang-orang yang melanggar hukum benar-benar dijatuhi pidana sesuai dengan hukum yang berlaku.

4.      Pappaseng yang berhubungan dengan kejujuran
Kejujuran merupakan landasan pokok dalam menjalani hubungan dengan sesama manusia dan merupakan salah satu faktor yang sangat mendasar di dalam kehidupan.
Contoh :
naiy pon lEPuea tEluRupai.
esauwn aiyp npoadai kdopi molai.
mduan aiyp npogauai kdopi elwuuruwi. ri muRipi tauew.
mtElun tEneaeRkiea wrPr riplolo. tEnskrEGi adad mdiaolon.
’Yang menjadi pangkal kejujuran ada tiga macam yaitu pertama dikatakannya bila sanggup melaksanakannya, kedua dilakukannya bila mampu menanggung resikonya, dan ketiga tidak menerima barang sogokan, tidak menyangkal terhadap kata-kata yang pernah diucapkan’.

5.      Pappaseng yang berhubungan dengan keberanian
Orang yang memiliki keberanian adalah orang yang tak gentar melakukan pekerjaan baik yang sulit maupun yang mudah, ia mengucapkan perkataan kasar maupun lemah lembut, ia berani memutuskan perkara yang sulit maupun yang mudah sesuai dengan kebenaran, ia berani mengingatkan serta menasehati para pembesar maupun orang awam, sesuai dengan kemampuan dan ia juga berani membuat penyampaian, baik yang menyangkut, kebaikan maupun kejahatan menurut wajarnya. Hal ini dapat dilihat pada pappaseng berikut ini:
nerko moloaiko musu. aj muemtau mmesaiwi tobrniea msuro nerwE. nsb erko sidupai blit npgKni ritu ekdon tobrniea. naiy tommusuea. nwnw mlEPu sibw ac. aiytonritu plePri suGE.
’Jika engkau menghadapi perang, janganlah ragu-ragu mengasihani orang berani yang memohon belas kasihan. Sebab dalam peperangan itu pemberani akan beringas menghadapi musuh, padahal kunci kemenangan dalam peperangan adalah keyakinan yang jujur, dan tekad baik yang dibarengi kepintaran’.
Maksudnya :  Orang yang bertempur di medan perang, tidak semata-mata mengejar kemenangan. Jika bisa untuk memperoleh kemenangan sudah menguasai seluruh pikiran seorang pemberani di medan peperangan, maka ia akan bertindak kejam dan berusaha menghabisi semua musuhnya. Tindakan seperti ini bukanlah kesatria. Oleh karena itu, seorang pemberani haruslah menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan senantiasa memadukan keyakinan dan kejujuran.

6.      Pappaseng yang berhubungan dengan kebijaksanaan
Contoh :
aEp pselwGEGi esdiea tau aiynritu.
mulmuln tEplloeaGi ad situdGEn.
mduan tEpliwEGieaGii gau sirtn.
mtElun moloaiea roporopo nerwE paimE.
maEpn molaiea llE nmtikE.
’Empat hal yang menentramkan seseorang: pertama, tidak menyinggung teman duduk (lawan bicara), kedua tidak berlebih-lebihan, ketiga menghadapi semak-semak ia surut langkah, dan keempat melalui jalan ia berhati-hati.’

7.      Pappaseng yang berhubungan dengan kecendekiaan
Contoh :
erkua aEK ekdo rinwnwmu tGai adimuRin. nerko ndimuRi j npCji edwt esauwea edec. nerko ekdo mj muamtumtuaGi ap tEnpuji edwt esauwea.
’Jika terbetik dihatimu, pikirkanlah akibatnya, jika dirasakan suatu kebaikan laksanakanlah, jika kelak akan menimbulkan kesusahan akan dibalik dengan kebaikan oleh Allah. Sebaliknya, jika terbetik suatu prasangka buruk, perlambatlah, dan ulur-ulurlah waktunya sebab hal semacam itu, tidak disenangi oleh Allah’.

8.      Pappaseng yang berhubungan dengan etos kerja
Contoh :
trosia msK ww. tElEpi lopiea nriatGri.
’Muatilah hingga sarat, nanti perahu tenggelam (sampai gantungan kemudinya) baru dipikirkan’.

  1. Pappaseng yang berhubungan dengan siri’
Untuk menangkal siri’ dari berbagai ancaman, kita perlu mawas diri serta senantiasa berbuat kebajikan kepada sesama manusia. Meskipun demikian, kejadian yang tidak menyenangkan biasa muncul dengan tiba-tiba dan tak ada daya untuk menghindarinya. Jika hal itu terjadi pada diri kita, dan sudah mengancam siri atau harga diri maka tak ada jalan lain kecuali harus dihadapi tanpa mempertimbangkan resiko yang bakal diterima.
Contoh:
nerko sirin nrRE tERitEeRGin nrieaw.
’kalau harga diri yang disinggung tanpa tanggapan langsung dilawan.’

  1. Pappaseng yang berhubungan dengan persatuan
Contoh:
siati lim. sitoR aol. tEsibEela.
           ’Berbimbing tangan, bergandeng takaran, dan tidak saling mengkhianati.’

Tidak ada komentar: